" BERBAGILAH ILMU KEBAIKAN SELAGI KAU BISA - JANGANLAH MENUNGGU SAMPAI SESUATU TERJADI/TERLAMBAT - DI LANDASI OLEH NIAT BAIK DAN KETULUSAN HATI TENTUNYA - TAK ADA ILMU DI DUNIA INI YANG MAHAL - BUATLAH ILMU MENJADI MURAH SEMURAH HATI YANG KUASA MEMBERI MU SEGALANYA DI DUNIA INI " - "SADHU...SADHU...SADHU

Sabtu, 21 Maret 2015

Renungkan Sejenak [do not judge a person just from the outside]

I hate those who always look at all the business and my life as affluent existence, but if they know and understand my true situation, maybe they will say so sorry and terrible life that I live or experience this time.Because not only given two simple choice for me and the people I love, two simple choices earlier that live or die alone, but given the choice complicated and without endless, filled with uncertainty, suffering, mystery, finding a way out of all the problems, disease, health, grow child development, housing, economy, good business, and so forth

translate / terjemahan :
[in indonesian language]
 

saya benci dengan mereka yang selalu memandang segala usaha maupun kehidupan saya seolah berkecukupan adanya,padahal jikalau mereka tahu dan mengerti keadaan saya yang sebenarnya,mungkin mereka akan bilang begitu kasihan dan mengerikannya kehidupan yang saya jalani atau alami saat ini.Karena tak hanya di berikan dua pilihan sederhana untuk saya dan orang yang saya sayangi,dua pilihan sederhana tadi yaitu hidup atau mati saja,melainkan di berikan pilihan yang rumit dan tanpa berujung,penuh dengan ketidakpastian,penderitaan,misteri,pencarian jalan keluar dari segala permasalahan,penyakit,kesehatan,tumbuh kembang anak,tempat tinggal,ekonomi,usaha bagus,dan lain sebagainya

"Melihat" jauh lebih mudah dari pada "merasakan"
karena "rasa" tidak dapat di "lihat"
 Walaupun "seorang buta" tak dapat melihat , namun ia punya "mata hati" untuk 
Lebih baik dari hanya sekedar Melihat ,di bandingkan dengan kebanyakan orang yang "Normal" dengan "indera"
"Penglihatannya"

Sabtu, 29 November 2014

Perkembangan Kemampuan Berbicara Pada Anak



Kemampuan setiap batita untuk berbicara terkadang berbeda-beda. Usia berapa seharusnya si kecil mulai belajar bicara?

       Kemampuan berbicara setiap anak memang tidak sama. Ada bayi yang sudah bisa mengucapkan beberapa kata sederhana seperti la-la, bu-bu ketika berusia enam bulan, tapi ada juga yang baru bisa mengucapkan beberapa kata saat menginjak usia satu tahun. Sehingga tidak ada patokan usia khusus tentang kemampuan bicara.
       Sebagai orang tua Anda pasti khawatir dan bingung ketika mendapati si kecil terlambat berbicara. Pada dasarnya setiap batita mengalami tumbuh kembang yang berbeda beda. Terkadang mereka yang terlambat berbicara, justru telah memiliki perkembangan di area lain seperti kemampuan menyusun, mendorong dan beberapa kemampuan lain yang berhubungan dengan motoriknya. Hal ini bisa saja terjadi, karena si kecil terlalu fokus dengan kemampuan fisiknya tersebut.
 Bagaimana cara meningkatkan kemampuan bicaranya?
·         Tingkatkan kemampuannya berbahasa. Jika ia belum bisa mengucapkan satu kata dengan baik, cobalah untuk mengucapkannya dengan benar.
·         Dengarkan setiap perkataannya, biasanya si kecil akan bicara dengan kata yang kurang lengkap. Seperti makan, bisa saja ia mengucapkannya dengan mam. Coba untuk memberikan kata yang benar untuk memperbaikinya.
·         Jangan terlalu sering menggunakan baby talk, sebab akan membingungkannya.
·         Selalu ajak si kecil untuk berbicara dan bercerita, agar ia terstimulasi.
·         Ajak untuk membaca buku bersama.
·         Jangan ragu untuk mengucapkan beberapa patah kata baru kepadanya setiap hari.
·         Berikan pujian untuk kata atau kalimat yang penggunaannya benar.
Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan indikasi terlambat bicara:
·         Anda atau suami atau keluarga lain memiliki latar belakang kesulitan berbicara ketika kecil.
·         Si kecil kurang berinteraksi dengan Anda dan tidak mengerti ketika diajak berbicara.
·         Ia belum mengucapkan sepatah kata pun ketika menginjak usia 18 bulan.
·         Ia tidak mampu menggumamkan kata-kata. 



Bila Anak Terlambat Berbicara

Parents mungkin pernah mendengar istilah speech delay atau lebih dikenal dengan keterlambatan berbicara. Parents dapat melihat perbedaan yang signifikan antara anak yang cenderung terlambat dalam berbicara dengan anak seumurnya yang sudah bisa mengatakan beberapa kata sederhana. Ada juga anggapan bahwa anak laki-laki cenderung terlambat dalam berbicara tapi cepat belajar berjalan, begitu juga anak perempuan lebih cepat belajar berbicara namun cenderung lambat dalam belajar berjalan. Walaupun perbedaan gender belum terbukti dalam pencapaian kemampuan berbicara, tapi hal yang ganjil dapat dideteksi sedini mungkin karena tindakan pemulihan dapat dilakukan lebih mudah. Sekarang kasus ini kian bertambah dan sekitar 5-10% anak mengalami gangguan ini pada anak sekolah.

Beberapa gejala dari anak yang mengalami ‘speech delay’ dilihat dari usia perkembangan anak:

Di usia 12 bulan, anak tak mampu:
  • Menggunakan bahasa tubuh seperti melambaikan tangan ‘good-bye’ atau menunjuk objek tertentu
  • Berlatih menggunakan beberapa konsonan yang berbeda
  • Vokalisasi atau melakukan komunikasi

Di usia 15 hingga 18 bulan, anak beresiko mengalami ‘speech delay’ bila menunjukkan tanda-tanda seperti:
  • Tidak memanggil ‘mama’ dan ‘dada’
  • Tidak menjawab bila dikatakan ‘tidak’, ‘halo’ dan ‘bye’
  • Tidak memiliki satu atau 3 kata pada usia 12 bulan dan 15 kata pada usia 18 bulan
  • Tidak mampu mengidentifikasi bagian tubuh
  • Kesulitan mengulang suara dan gerakan
  • Lebih memilih menunjukkan gerakan daripada berbicara verbal

Bila anak terus menunjukkan gejala sebagai berikut pada usia 2 tahun hingga 4 tahun:
  • Tak mampu menyampaikan kata-kata atau frase secara spontan
  • Tak mampu mengikuti petunjuk dan perintah sederhana
  • Kurang bunyi konsonan di awal atau akhir kata, seperti ‘aya’ (ayah), ‘uka’ (buka)
  • Tidak dipahami bicaranya oleh keluarga terdekat
  • Tak mampu untuk membentuk 2 atau 3 kalimat sederhana

Ada beberapa penyebab dari ‘speech delay’ seperti:

Gangguan fisik
Contohnya: gangguan organ bicara, pendengaran, otak, retardasi mental, autisme juga kelainan kromosom dan keturunan dari orang tua.

Lingkungan
  • Lingkungan yang sepi dan kurang memberikan stimulasi pada anak untuk meniru kata dan memberikan kesempatan berkomunikasi bisa menjadi penyebab
  • Besarnya harapan orang tua sehingga memberikan banyaknya latihan dan pendidikan dalam bahasa dapat membuat anak menjadi terhambat dalam berbicara
  • Pendidikan bilingual atau 2 bahasa juga bisa menyebabkan anak terhambat dalam berbicara kecuali anak tersebut memiliki kecerdasan dalam bahasa yang dapat membantunya menguasai kedua bahasa tersebut. Sebaliknya anak dapat menjadi bingung mengungkapkan pikiran di antara 2 bahasa tersebut.

Bila anak menunjukkan beberapa gejala dari yang disebutkan di atas, ada baiknya segera berkonsultasi kepada para ahli seperti dokter, psikolog atau terapis anak agar segera ditangani dengan cepat dan bisa membantu anak dalam lingkungan sosialnya. Memang setiap anak tidak dapat disamakan dalam hal pencapaian perkembangan bahasanya, namun jika anak dalam usia yang tepat tidak mencapai kemampuan yang seharusnya dicapai dalam usianya maka harus segera ada tindakan.

Stimulasi pada anak dalam bahasa sejak dini bahkan dari kandungan seperti komunikasi yang sering terjalin pada anak yang memberi banyak kesempatan baginya untuk meniru, menjawab dan mengungkapkan perasaannya dapat membantu anak dalam mencapai kemampuan bicara yang maksimal. (WP)



Kamis, 23 Oktober 2014

Berbagi Pengalaman Kecil,Agar Tak Menjadi Pengalaman Besar yang Tak Berguna

Hanya Tulisan Kecil yang Tak Berarti di Antara Tulisan Pujangga Besar

Jangan mengatakan " jadilah orang yang mudah di bantu "

Seharusnya kita mengatakan :

"Jadilah Orang yang Mudah Untuk Membantu Mereka yang di dalam kesulitan "

" Bantulah mereka dengan apa yang memang mereka butuhkan, membantu di dalam kebaikan berlandaskan ketulusan Hati yang Paling Dalam "