Kemampuan setiap batita untuk berbicara terkadang
berbeda-beda. Usia berapa seharusnya si kecil mulai belajar bicara?
Kemampuan berbicara setiap anak memang
tidak sama. Ada bayi yang sudah bisa mengucapkan beberapa kata sederhana
seperti la-la, bu-bu ketika berusia enam bulan, tapi ada juga yang baru bisa
mengucapkan beberapa kata saat menginjak usia satu tahun. Sehingga tidak ada
patokan usia khusus tentang kemampuan bicara.
Sebagai orang tua Anda pasti khawatir dan bingung ketika mendapati si
kecil terlambat berbicara. Pada dasarnya setiap batita mengalami tumbuh kembang
yang berbeda beda. Terkadang mereka yang terlambat berbicara, justru telah
memiliki perkembangan di area lain seperti kemampuan menyusun, mendorong dan
beberapa kemampuan lain yang berhubungan dengan motoriknya. Hal ini bisa saja
terjadi, karena si kecil terlalu fokus dengan kemampuan fisiknya tersebut.
Bagaimana cara meningkatkan kemampuan
bicaranya?
·
Tingkatkan kemampuannya berbahasa. Jika ia belum
bisa mengucapkan satu kata dengan baik, cobalah untuk mengucapkannya dengan
benar.
·
Dengarkan setiap perkataannya, biasanya si kecil
akan bicara dengan kata yang kurang lengkap. Seperti makan, bisa saja ia
mengucapkannya dengan mam. Coba untuk memberikan kata yang benar untuk memperbaikinya.
·
Jangan terlalu sering menggunakan baby talk,
sebab akan membingungkannya.
·
Selalu ajak si kecil untuk berbicara dan
bercerita, agar ia terstimulasi.
·
Ajak untuk membaca buku bersama.
·
Jangan ragu untuk mengucapkan beberapa patah
kata baru kepadanya setiap hari.
·
Berikan pujian untuk kata atau kalimat yang
penggunaannya benar.
Berikut
beberapa hal yang bisa dijadikan indikasi terlambat bicara:
·
Anda atau suami atau keluarga lain memiliki
latar belakang kesulitan berbicara ketika kecil.
·
Si kecil kurang berinteraksi dengan Anda dan
tidak mengerti ketika diajak berbicara.
·
Ia belum mengucapkan sepatah kata pun ketika
menginjak usia 18 bulan.
·
Ia tidak mampu menggumamkan kata-kata.
Bila Anak Terlambat Berbicara
Parents
mungkin pernah mendengar istilah speech delay atau lebih dikenal dengan
keterlambatan berbicara. Parents dapat melihat perbedaan yang signifikan antara
anak yang cenderung terlambat dalam berbicara dengan anak seumurnya yang sudah
bisa mengatakan beberapa kata sederhana. Ada juga anggapan bahwa anak laki-laki
cenderung terlambat dalam berbicara tapi cepat belajar berjalan, begitu juga
anak perempuan lebih cepat belajar berbicara namun cenderung lambat dalam
belajar berjalan. Walaupun perbedaan gender belum terbukti dalam pencapaian
kemampuan berbicara, tapi hal yang ganjil dapat dideteksi sedini mungkin karena
tindakan pemulihan dapat dilakukan lebih mudah. Sekarang kasus ini kian
bertambah dan sekitar 5-10% anak mengalami gangguan ini pada anak sekolah.
Beberapa gejala dari anak yang mengalami ‘speech delay’ dilihat dari usia
perkembangan anak:
Di usia 12 bulan, anak tak mampu:
- Menggunakan bahasa tubuh
seperti melambaikan tangan ‘good-bye’ atau menunjuk objek tertentu
- Berlatih menggunakan beberapa
konsonan yang berbeda
- Vokalisasi atau melakukan
komunikasi
Di usia 15 hingga 18 bulan, anak beresiko mengalami ‘speech delay’ bila
menunjukkan tanda-tanda seperti:
- Tidak memanggil ‘mama’ dan
‘dada’
- Tidak menjawab bila dikatakan
‘tidak’, ‘halo’ dan ‘bye’
- Tidak memiliki satu atau 3 kata
pada usia 12 bulan dan 15 kata pada usia 18 bulan
- Tidak mampu mengidentifikasi
bagian tubuh
- Kesulitan mengulang suara dan
gerakan
- Lebih memilih menunjukkan
gerakan daripada berbicara verbal
Bila anak terus menunjukkan gejala sebagai berikut pada usia 2 tahun hingga 4
tahun:
- Tak mampu menyampaikan
kata-kata atau frase secara spontan
- Tak mampu mengikuti petunjuk
dan perintah sederhana
- Kurang bunyi konsonan di awal
atau akhir kata, seperti ‘aya’ (ayah), ‘uka’ (buka)
- Tidak dipahami bicaranya oleh
keluarga terdekat
- Tak mampu untuk membentuk 2
atau 3 kalimat sederhana
Ada beberapa penyebab dari ‘speech delay’ seperti:
Gangguan fisik
Contohnya: gangguan organ bicara, pendengaran, otak, retardasi mental, autisme
juga kelainan kromosom dan keturunan dari orang tua.
Lingkungan
- Lingkungan yang sepi dan kurang
memberikan stimulasi pada anak untuk meniru kata dan memberikan kesempatan
berkomunikasi bisa menjadi penyebab
- Besarnya harapan orang tua
sehingga memberikan banyaknya latihan dan pendidikan dalam bahasa dapat
membuat anak menjadi terhambat dalam berbicara
- Pendidikan bilingual atau 2
bahasa juga bisa menyebabkan anak terhambat dalam berbicara kecuali anak
tersebut memiliki kecerdasan dalam bahasa yang dapat membantunya menguasai
kedua bahasa tersebut. Sebaliknya anak dapat menjadi bingung mengungkapkan
pikiran di antara 2 bahasa tersebut.
Bila anak menunjukkan beberapa gejala dari yang disebutkan di atas, ada baiknya
segera berkonsultasi kepada para ahli seperti dokter, psikolog atau terapis
anak agar segera ditangani dengan cepat dan bisa membantu anak dalam lingkungan
sosialnya. Memang setiap anak tidak dapat disamakan dalam hal pencapaian
perkembangan bahasanya, namun jika anak dalam usia yang tepat tidak mencapai
kemampuan yang seharusnya dicapai dalam usianya maka harus segera ada tindakan.
Stimulasi pada anak dalam bahasa sejak dini bahkan dari kandungan seperti
komunikasi yang sering terjalin pada anak yang memberi banyak kesempatan
baginya untuk meniru, menjawab dan mengungkapkan perasaannya dapat membantu
anak dalam mencapai kemampuan bicara yang maksimal. (WP)